Selasa, 01 Mei 2012

Sambungan dari "Lourdes here we come"

LOurdes trip bagian dua, bangun pagi kami sarapan di hotel kami, bernama hotel La Fontaine, hotel kecil di tengah kota Lourdes. Jaraknya sekitar 10 menit berjalan kaki dari stasiun kereta Lourdes, dan 10 menit pula ke sanctuary (kompleks basilica dan gua maria). Arah datang dari stasiun yang berada cukup di ketinggian, tampaknya lebih mudah, karena jalannya menurun. Sebaliknya, ketika pulang dan tas sudah penuh dengan air LOurdes (untuk oleh-oleh), rasanya kok berat banget hehhe, maklum, jalannya mendaki.

Sebenarnya kota Lourdes bisa dikunjungi cukup dalam waktu satu hari. Misalnya tiba pagi di Lourdes, langsung menuju Sanctuary, bisa saja pulang dengan kereta malam, karena atraksi dari kota Lourdes hanyalah sanctuary, yaitu gua tempat bunda Maria menampakkan diri, yang kemudian ada sumber air yang dipercaya memberi kesembuhan bagi orang sakit, dan sisanya adalah jejak-jejak peninggalan Bernadette Soubirous, atau st. Bernadette. Sebelum saya bercerita lebih lanjut tentang perjalanan saya, sebelumnya saya akan bercerita tentang Lourdes, bagi teman-teman yang bukan Katolik.

Ada apa dengan LOurdes?

Lourdes, adalah sebuah kota kecil di selatan barat negara Prancis. Di kota kecil inilah, seorang gadis kecil bernama Bernadette menerima penampakan oleh bunda Maria, yang kemudian mengubah nasibnya selamanya. Bagi umat Katolik, ibu dari Yesus, yaitu Maria, dan juga santo, santa, dan orang kudus, dipercaya sebagai perantara dalam berdoa. Di Indonesia, tempat ziarah semacam lourdes yang terkenal adalah Sendang Sono  di Yogyakarta misalnya. Berkembangnya tempat-tempat ziarah ini kemudian menjadi tujuan wisata rohani tidak lain adalah karena kesaksian hidup dari orang-orang yang dikabulkan doanya, atau disembuhkan penyakitnya setelah kembali dari tempat ziarah tersebut. Ketika saya tiba di Lourdes, di sebelah kanan pintu masuk sudah terdapat pusat penerimaan orang cacat dan sakit, dimana disana tersedia sukarelawan, yang akan membantu penyandang cacat berziarah, dan di lokasi ziarah, mereka adalah prioritas. Di bagian lain dari area ziarah, disediakan pula rumah sakit khusus, dan area permandian khusus. Secara logika, sebelumnya saya sering menyangsikan makna dari air, dan gua, yang menurut saya terlalu simbolik dan komersil. Seperti tempat wisata rohani lainnya, sebelum pintu masuk banyak sekali toko suvenir menjajakan wadah air, lilin dan cinderamata bertuliskan lourdes. Di dalam lokasi ziarah, berbagai keperluan ziarah seperti lilin, buku petunjuk, buku doa dan lain sebagainya tidak gratis, dengan kata lain ada kotak dengan sejumlah uang yang dianjurkan untuk didonasikan. Saya sendiri, agak nyinyir, tapi melihat jumlah pengunjung, volunter, perawat dan medis yang membantu keluarga orang cacat dan penyandang cacat itu sendiri, saya rasa, semuanya menjadi masuk akal.

Salah satu simbol dari Santuary, patung Maria Imaculata dengan mahkota emas, terdapat tepat di depan basilica Imaculata, menghadap pintu masuk


Saya sendiri, secara khusus berdoa untuk beberapa kerabat yang sedang sakit, dan berharap air yang saya bawa untuk mereka, bisa menyembuhkan mereka, jika mereka percaya. Niat saya, sebelum saya ke LOurdes, hanya itu, saya pribadi, merasa sangat sehat dan kuat, tidak berkekurangan apa pun untuk memohon sesuatu, entah mengapa, hanya teringat Gilang, yang kebetulan sakit bronchitis, dan juga beberapa kerabat, yang tidak bisa saya bantu, selain dengan doa. Ziarah kami ke LOurdes, berjalan lancar, meski hari kedua hujan, dan jauh lebih ramai, saya cukup senang kembali ke santuary dan sempat mengikuti misa di basilica st Pius pagi harinya.

Berikut dokumentasinya...

Basilica st Pius yang letaknya di bawah dari sanctuary, misa pagi dalam bahasa Perancis, dihadiri oleh berbagai orang dari manca negara

Mozaik pada bagian luar basilica yang menurut saya bagus sekali

Selain area ziarah gua maria, kisah hidup st. Bernadette yang rumahnya hanya berjarak sekitar 5 menit layak untuk dikunjungi, juga museumnya, yang terletak diatas basilica st Pius, arah kiri kompleks santuary.

Rumah santa Bernadette, dimana beberapa bagian masih asli, namun ditutup kaca, bisa dilihat dapur, tempat tidur ibunya, ayahnya, juga kamar bernadette. Silsilah keluarga pun bisa dilihat. Tiket masuk tidak mahal, dapat medali emas gambar st Bernadette pula. You have to stop here



Di museum St Bernadette (lokasi lain), selain sejarah dan kronologis penampakan bunda Maria, terdapat juga sejarah pembangunan area sanctuary, gereja basilika atas, basilica pius dan gereja st Bernadette. Namun saya yang sudah pernah baca semua itu, lebih tertarik pada sepasang sepatu mungil st Bernadette...wow

Kudung st Bernadette, agak merinding liatnya

Tulisan tangan asli dan bordiran tangan st Bernadette (hobi menyulam lohhh)


Intinya, tiga tempat yang wajib dikunjungi di Lourdes dan sedikit tips dari saya:
1. Gua Maria datang sebaiknyapagi hari, sekitar jam 9 hingga jam 10 dimana belum terlalu banyak pengunjung. Langsung menuju gua, di sisi kanan tepat seberang sungai, beli lilin di tempat yang sudah sediakan. Setelah itu mengantrilah untuk menjamah gua penampakan gereja, dimana orang-orang melakukannya sambil berdoa, mengucapkan permohonan. Batu gua (rock) di LOurdes sendiri dipercaya sebagai simbol kekuatan dan keteguhan iman (Diatas gua ini dibangun basilica Immaculata). Lalu di bagian tengah gua, ada kotak tempat memasukkan surat permohonan atau devosi. Beberapa titik air terlihat mengalir pada dinding gua, beberapa orang mengambil air untuk membuat tanda salib. Setelah melalui gua, lilin-lilin bisa dinyalakan dan diletakkan di tempat-tempat yang sudah disediakan. Setelah itu, ada banyak kursi seputaran sungai, atau tepat di depan gua, yang mana bisa digunakan untuk doa rosario. Pada jam-jam tertentu doa rosario dibimbing oleh pastor dalam berbagai bahasa. Dari tempat lilin, biasanya orang lalu ke tempat permandian, atau langsung mengambil air untuk dibawa pulang. Biasanya, di keran-keran air ini orang membasuh diri dan berdoa. Air sendiri disini dalam buku doa, adalah simbol dari pembabtisan kita sebagai umat kristiani. Diharapkan pula, air ini selain membersihkan juga menyembuhkan.

2. Basilica Immaculata, basilica st Pius dan Crypte. Keduanya masih terletak di kompleks ya sama dengan gua Maria. Basilica st Pius bisa diakses dari museum st bernadette, atau dari pintu masuk, belok kiri ada jalan menuju bawah tanah. Pada jam tertentu telah dijadwal misa dalam berbagai bahasa. basilica Immaculata adalah gereja megah yang bisa dilihat dari pintu masuk, dan Crypte, adalah kapel kecil diatas basilica Immaculata, dimana di dalamnya terdapat pula ruang berdoa khusus untuk st bernadette.

3. Museum st Bernadette dan Rumah  st Bernadette 
Kota LOurdes berkembang menjadi tujuan wisata rohani yang terkenal di seluruh dunia, tidak terlepas dari kisah hidup st Bernadette. Bernadette yang sempat tidak dipercaya hingga menjadi "pahlawan" kota LOurdes ini adalah salah satu tujuan orang datang mengunjungi Lourdes. Kisah st Bernadette bisa dibaca lebih lanjut disini dan di sini


Saya sendiri, dari pengalaman ziarah ini, mencamkan beberapa pesan penting yang terekam di batin saya hingga saat ini, yaitu:
1. Pesan dari suster asal Korea yang saya temui di biara Pellevoisin, atau Lourdes kecil, sebelum tiba di Lourdes, bahwa, renungkan semua berkat selama masa hidup dan perantaraan bunda Maria di dalamnya.
2. Pesan bunda Maria pada st Bernadette, bahwa Ia tidak menjanjikan kebahagiaan di dunia, melainkan  di akhirat.

Setiap peziarah, memiliki tujuan berbeda-beda, permohonan yang berbeda-beda, tapi satu kesamaan, mereka percaya bahwa sepulang dari ziarah, "kesembuhan" adalah mujizat dan karunia dari Sang Penguasa, tapi "bekal" yang didapat dari ziarah, adalah kekuatan yang besar, kepercayaan bahwa akan sembuh itulah yang akan menyembuhkan. Saya bersyukur, hari ini bisa pulang dari ziarah saya yang pertama, dan menceritakan dengan penuh syukur perjalanan saya. Semoga bermanfaat, terima kasih sudah mampir.

Chinta


Gua maria di LOurdes 1858, taken from here


Gua maria, Lourdes, 2012, photo by Chinta


Lourdes, here we come

Finally, LOurdes for real, gak nyangka, akhirnya ke Lourdes juga. Pas mama bilang mau ke Lourdes, agak-agak kawatir juga. Soalnya, saya tahu kalau LOurdes itu jauh, diujungnya Perancis, kedua, saya belum pernah tuh jalan2 sendiri di Perancis. Sebenarnya dari Paris, dengan TGV atau kereta cepat, Paris- Lourdes bisa ditempuh sekitar 7-8 jam. Tapi karena kami saja tinggalnya di Chartres (sudah bagian tengah) sekitar satu jam naik kereta dari Paris, berarti kami harus ke Paris dulu, lalu  dari Paris ke Lourdes. Akhirnya, saya putuskan, dari Chartres, sebelum menuju Lourdes, kita mampir dulu ke rumah bude NUngky, sekalian mengunjungi castle-castle di sekitar sungai Loire, lalu ambil jalur kereta ke Toulouse, kota besar sebelum  menuju Lourdes. Toulouse-Lourdes sendiri dengan kereta sekitar 2 jam sendiri. Jauh ya??? Hehhe nggak kok, kayak Jakarta- Bandung, dan Lourdes- Paris itu seperti Jakarta-Surabaya aja jaraknya, karena  dengan kereta cepat. Ini dia peta letak kota Lourdes.

Terletak di area pegunungan Pyrenees, Lourdes hampir berbatasan langsung dengan Spanyol.


Perhatikan jarak Paris dan Lourdes, kami tinggal sekitar Loire Valley, lalu berhenti di Toulouse, untuk lanjut ke LOurdes.



Reservasi hotel dan tiket kereta semua saya lakukan online. Hotel saya booking via booking.com, untuk memesan penginapan kami di Toulouse, dimana dari Chateauroux kami sampai terlalu malam untuk lanjut ke LOurdes, jadi harus menginap satu malam, lalu besok paginya lanjut dengan kereta pagi ke LOurdes. Melalui situs tersebut reservasi saya lakukan, dimana pembayaran dilakukan di hotel, bukan melalui situs, meski untuk reservasi akan diminta nomor kartu kredit dan kode security nya. Hotel yang kami tinggali semuanya sesuai dengan review situs, jadi secara keseluruhan saya puas. Untuk pulangnya, kami menginap semalam lagi di Toulouse karena tiket LOurdes-Paris semuanya full booked. Karena ingin menginap di hotel yang bagusan dikit dan tidak terlalu jauh dari stasiun kereta, saya pilih hotel Ibis yang letaknya tepat di depan stasiun dan hanya 10 menit menuju pusat kota dan pusat perbelanjaan.

Akhirnya, sampai juga kami di Lourdes, kota yang cantik sekali, dengan pemandangan bukit, sungai dan kami beruntung, karena datang sebelum bulan Mei (bulan Maria), jadi tidak terlalu ramai. Karena tiba siang hari, sesudah check in di hotel, kami langsung menuju Sanctuary (gua maria), dimana di kompleks tersebut ada Basilica Imaculate de Conception, ada La Crypte (gereja di atas katedral), ada basilica St Pius (dibawah tanah), dan gua Maria (La Grotte), dan sumber air, dimana bunda Maria menampakkan diri pada Bernadette Soubirous, atau lebih dikenal dengan St. Bernadette (yang muminya masih awet dan dipajang di biara Nevers). Secara lebih khusus akan saya bahas tentang tips perjalanan menuju Lourdes, di post lainnya, seperti area apa saja yang harus dikujungi, tips memilih hotel, transport dan restaurant dan juga pastinya, tips berbelanja souvenir.

Ini dia dokumentasi hasil jalan-jalan saya di Lourdes, enjoy...

Pemandangan dari gerbang utama sanctuary of Lourdes, salib yang berjejer ditanam oleh group yang datang dari penjuru dunia mengikuti jalur pelirinage (ziarah)

Dari Chartres

Sok-sok nancep, tapi gilang maksudnya baik kok, dia benerin pager yang jatuh
Niatnya motret mama dengan latar belakang Basilica de L'Immaculée Conception, eh ada penampakan kepala si kecil. Kalau teman bisa lihat di sebelah kanan ada papan-papan berjejer di atas rumput, itu adalah doa Bapa Kami dalam berbagai bahasa di dunia (tidak ada bahasa Indonesia sayangnya , hiks)


Basilica Immaculata-disebut juga basilica atas, karena dibawah sebelah kiri ada basilica st. Pius

Bagian dalam Basilica Immaculata, sangat mewah dengan dinding-dinding penuh mozaik kisah Jalan Salib

Pasangan lantai yang juga mozaik

Bagian atas dari altar utama

Dôme yang juga dihias dengan mozaik perpaduan warna biru dan emas

Bagian luar basilica Immaculata, pasangan mozaik dengan tone warna sama, emas dan biru

Keluar dari basilica, di kanan dan kiri ada tangga naik menuju crypte, kapel yang dibangun khusus untuk st Bernadette, di balkonnya, ada mahkota emas, dengan pemandangan menuju halaman pintu masuk.

Hari itu tidak banyak pengunjung

Dari pemandangan ke halaman basilica, kompleks sanctuary, menoleh ke belakang tower dan mahkota emas, hari itu cuaca sangat mendung (dan hujan)

Dari tangga turun kembali ke bawah, arah samping kanan bisa kita lihat pengunjung dan antrian ke la Grotte (gua maria, tempat penampakan bunda Maria pada st Bernadette), dimana orang mengantri untuk bisa berputar memegang gua lalu lanjut memasang lilin permohonan, atau meletakkan surat permohonan

Tampak samping dari bawah  bisa dilihat pintu masuk la crypte di bagian atas basilica
La Grotte, gua maria

Di seberangnya ada sungai yang bersih dan deras
area pengambilan air

Setelah mengantri untuk masuk ke gua, kami lalu langsung bisa memasang lilin, sayangnya saking khusyuknya sambil berdoa, saya lupa foto area lilinnya. Kebetulan kami dua hari di LOurdes, hari kedua, kami kembali ke Basilica, untuk mengunjungi Museum kisah St Bernadette, rumah tinggal St Bernadette dan juga basilica st Pius, mau lihat hasil dokumentasi dan cerita saya? Mampir ke posting berikutnya ya, karena post kali ini, bersambung....


Chinta

All the way to Lourdes: Luçay le Mâle

Lanjut dari perjalanan menuju Lourdes, panjang memang, belum lagi cuaca tidak bersahabat. Tapi tidak mengurungkan niat untuk menikmati keindahan alam daerah Centre, terutama sekitar area tempat kami singgah, Luçay le Mâle. Bagi yang belum pernah dengar, memang Luçay adalah kota kecil, namun disekitarnya banyak kota yang menjadi tujuan wisata seperti Blois, hanya 45 menit dari Luçay, begitu pula Chateauroux. Valençay, Chambord dan Cheverney, tiga kota yang terkenal dengan istana-istananya berjarak 30 menit saja.  Kota-kota wisata lain seperti Amboise, dan kota besar seperti Tours, berjarak 1 setengah jam. Ini dia petanya, untuk dapat gambaran, dimana sih Luçay le Mâle itu...

Pic taken from here

Pemandangan kota Luçay cantik sekali, dimana di kanan dan kiri adalah ladang gandum dan Colza, itu loh tanaman yang bijinya untuk mustard dan dijadikan minyak goreng. Kami sempatkan lah foto-foto karena kontras warna hijau dan kuning itu cantik sekali.

Mama ngeceng di kebun colza
saya juga dongg, hehehhehe.....Maunya sih nyebur diantara tanaman colzanya, cuma katanya gatal kalo kena ya udah, ditahan deh hasratnya




Untuk tujuan wisata, memang Luçay hanya sebatas rekreasi alam, jadi untuk berlibur bersama keluarga, ada dua area camping yang luas, dengan danau, cocok sekali untuk musim panas, fasilitasnya juga lengkap.

Bagi yang hobi mancing....ini dia surganya!!!!

Seperti biasa, saya sempatkan juga mampir ke gerejanya, bagus sekali

Dan berdoa penuh syukur dengan perantaan bunda Maria

Sebelum pulang melalui Chateauroux, kami pamit dan berterimakasih di makam Pakde Gerard Châtelin, almarhum suami bude Nungki, yang sayang banget gak sempat foto bareng.

Dari Luçay le Mâle, bude Nungki mengantar kami ke stasiun kereta di Châteauroux untuk lanjut ke Lourdes melalui kota Toulouse. Ingin tahu bagaimana hasil jalan-jalan kami dan tips memilih hotel dan restaurant di Lourdes? Mampir ke post berikutnya ya...à tout de suite!!


Chinta