Selasa, 18 September 2012

Surga bagi pencinta sayuran

Udara yang panas dan kering belakangan ini membuat saya lebih suka makan sayuran. Tiap minggu saya bermain ke pasar tradisional dekat sekolah Gilang, yaitu pasar Pakem. Cukup berjalan kaki saja, sekalian olahraga, setiap hari senin dan jumat saya menyempatkan diri ke pasar untuk membeli sayuran dan bumbu dapur.

Sebelumnya saya tidak terlalu suka dengan pasar tradisional, pertama karena harus menawar, memilih dan panas-panasan, terkadang suasana sekitar pasar cukup semrawut menyangkut parkir dan menyebrang jalannya. Tapi entah mengapa sudah dua bulan ini tampaknya saya ketagihan menjelajah pasar. Pertama, sayuran lebih banyak macamnya, lebih murah, dan lebih segar, kedua, saya suka interaksi saya dengan masyarakat lokal. Menawar, membeli dan bercakap-cakap dengan penjual-penjual yang ramah khas Jogja ini selalu memberi inspirasi buat tetap semangat menjalani hari.

Di post kali ini saya mau sharing sedikit tentang kerjaan saya sebagai Mentri Urusan Dapur di rumah, yaitu berburu sayuran segar. Kemarin saya sempatkan mengambil foto, ketika berbelanja di pasar dan penjual favorit saya.

Setelah beberapa kali berbelanja kemudian saya mulai tahu bagaimana tips dan tricks memilih sayuran yg benar-benar segar baru dipetik dan variannya, karena harganya pun berbeda-beda tergantung kondisi dan jenisnya

Dari segi harga, mungkin tidak usah dipertanyakan lagi, sayuran di pasar tradisional, biasanya di-oper langsung dari petani, yang kebetulan sangat banyak di sekitaran Kaliurang dan Muntilan. Seperti brokoli, daun kol, bunga kol, aneka jamur segar, bisa mudah di dapatkan dan kondisinya bersih dan segar. Biasanya saya tidak banyak menawar, hanya selalu menanyakan harga per kilonya, lalu mulai menawar bergantung kondisi sayuran, dan kuantitas, karena biasanya lebih banyak yang dibeli, harga bisa ditawar. Kekurangan dari sayuran yang dibeli di pasar biasanya kondisinya kotor, akarnya masih bertanah. Tapi menurut saya itu justru pertanda sayuran baru dipetik dan tidak banyak menggunakan pestisida.

Nah, beruntungnya lagi, hari ini mama yang banyak kenalan kemudian mengajak berkunjung ke perkebunan sayur milik keluarga temannya di desa sambi, Jl. Kaliurang km 19. Mungkin teman-teman ada yang pernah dengar, karena desa ini temasuk tujuan wisata agro dan outbound, karena kebetulan letaknya yang sangat berdekatan dengan Kali Kuning.
Jika belakangan isu kemarau ramai diberitakan, desa Sambi hari ini tetap hijau, subur dan menawan. seusai menjemput Gilang, kami siap memetik sayur, kali ini lalapan bule, Aneka salada dan bumbu khas yang banyak digunakan dalam kuliner Italia dan Perancis.

Desa Sambi yang memang area perkebunan sayur dan buah


Gilang dan aksi nya berkebun selada

Look what i got in my hand

Kata mbaknya: " Ayo mbak dicabut-dicabut, silahkan"
Ini ngambil fotonya di rumah, langsung saya cuci dan tiriskan nyuum, lumayan ada beberapa ulat ikut sampai di rumah hehehe

daun basil sukaan ku (humm, masak apa ya ?)

Tomat ceri dan parsleyy, tomatnya gak terlalu manis, tapi lumayan bangett buat salad

Daun mint di hari yang panas, ummm
Nice khan? What a pleasure bisa ke kebunnya langsung, sebagai pencinta sayuran, saya sempat merasa di surga sewaktu berada di sana, subur bangett lahannya. Selain itu tepat di area yang sama, saya bisa melihat Kali Kuning, dari atas (posisi saya di ketinggian), dan bisa dilihat ada group yang sedang melakukan kegiatan outbound. Wah, menyenangkan sekali, kapan ya bisa piknik disini? Mungkin buat beberapa orang yang trauma dengan kejadian Merapi 2 tahun lalu enggan untuk tinggal di daerah Kaliurang, tapi bagi petani sayuran, Kaliurang adalah sumber kehidupan yang luar biasa, tanah yang subur, air yang melimpah. Yup, life is about choices dan saya memilih untuk segera ke dapur dan memikirkan mau masak apa. Sampai di post berikutnya guys, thanks for stopping by muach!

Chinta

Rabu, 29 Agustus 2012

Lanjutan Rome day 2, Piazza Novona

Seperti yang sudah saya janjikan, post ini adalah kelanjutan dari perjalanan saya ke kota Roma Spring tahun ini. Berkunjung ke kota Roma mungkin benar paling tepat dinikmati saat musim semi atau musim gugur. Alasannya antara lain adalah faktor cuaca, dimana tiap objek wisata sangat menarik dinikmati sambil berjalan kaki, lalu objek satu dan lainnya juga bisa ditempuh dengan berjalan kaki, kedua, tidak terlalu panas dan juga tidak dingin pastinya.

Hari itu adalah hari yang tepat berjalan kaki menikmati kota Roma. Karena keesokan harinya diramalkan mendung dan hujan, saya manfaatkan jalan-jalan saya di hari kedua untuk mengunjungi sekaligus tiga site penting yaitu Spanish Steps, kota Vatican dengan Basilica st Petrusnya lalu lanjut ke Piazza Novona. Kebetulan kunjungan saya termasuk ziarah, dimana interest dari kunjungan saya ke Roma yang utama adalah Vatican dan yang kedua adalah gereja St agnes, santa pelindung saya. Gereja-gereja dan kapel yang juga kami kunjungi adalah kebetulan atau bonus. Sebenarnya setelah mengunjungi basilica st peter yang megah, saya jadi agak kurang bisa menikmati gereja lain yang gaya arsitektur nya kurang lebih mirip, lukisan, patung altar megah, langit-langit berukir, seperti mati rasa. Namun niat saya mengunjungi gereja st Agnes ini sangat kuat, hingga, bermodalkan peta dan intuisi, kami tersesat hingga kemudian menemukan site turis masyhur ini, Piazza Novona, yang kebetulan berhadapan dengan gereja St Agnes.

Mengapa turis berbondong-bondong kemari? Jawabnya adalah, yang utama sekali lagi air mancurnya, dimana, entah seakan-akan begitu pentingnya kah air mancur dan patung-patungnya hingga orang-orang berdesakan untuk mengambil foto mereka berlatar belakang air mancur sekitar Piazza Novona ini? Yang saya tahu ada satu sisi dari air mancur yang memang cantik ini adalah patung dewa neptune yang berasal dari abad ke 15.  Apa saja yang menarik dari area Piazza Novona? Ini dia jawabannya melalui foto-foto yang saya ambil hari itu,

Jika ingin menikmati Gelato, es krim khas Italy, disinilah tempatnya, gang-gang sempit menuju Piazza Novona dipenuhi dengan penjual Gelato di kanan dan kirinya. Harga per cup atau conenya mulai dari 3,5 euro, dan saran saya, nikmatilah sambil duduk disekitar air mancur, dimana hiruk pikuk turis dan suara gemericik air, juga musik dari seniman jalanan sungguh membuat Anda serasa berada di Italia

Jangan melewatkan kesempatan untuk berfoto di tepi air mancur, terutama ketika ada spot kosong, berfoto tanpa orang lain didalam frame anda adalah kesempatan langka

Gemuruh air mancur, desakan turis, seniman yang menjajakan hasil karya mereka seperti lukisan kota roma, jasa melukis wajah dan lain sebagainya menjadikan area ini sangat meriah


Di area ini juga banyak dijual lukisan foto tempat-tempat wisata di kota Roma yang biasanya dijadikan suvenir bagi turis. Saya pun membeli tiga lukisan kecil dalam satu frame berisi tiga lukisan cat akrilik tiga tempat berkesan yang saya kunjungi di kota roma, seharga 10 euro saja. Suasana sore itu cukup berkesan sehingga kemudian saya mengabadikan moment kota Roma di sore itu dengan mengambil rekaman video, ini dia hasilnya;





Untuk kembali ke pusat kota tempat kami menginap, saya cukup naik bus menuju stasiun Termini dan kemudian berjalan kaki kembail menuju hotel. Demikianlah perjalanan hari kedua saya dan sampai ketemu di post berikutnya tentang how to plan your trip for your first trip juga Italian culinary yang sempat saya cicipi. Terima kasih sudah mampir, see you next time,

Chinta

Sabtu, 11 Agustus 2012

Rome day 2, spanish step, vatican and piazza novona

Post ini sambungan dari cerita perjalanan saya ke kota Roma. Setelah berkeliling mengitari kota tua Roma, tersedot dalam fantasi akan cerita epik kerajaan roma dengan mengunjungi Colleseum dan sekitarnya lalu Trevi Fontaine, hari kedua saya putuskan untuk mengunjungi Spanish Steps atau juga lebih dikenal dengan Piazza di Spagna sebelum menuju Vatican yang hari itu saya rencanankan ditempuh dengan berjalan kaki.

Musim semi adalah moment yang tepat untuk mengunjungi Spanish step, bagaimana tidak bunga berwarna pink keunguan berjenis Azalea, ada ciri khas dari tourist's site ini. Tanpa bunga ini, mengunjungi dan berfoto di spanish step pastinya terasa janggal.

Piazza di Spagna, Roma , April 2012
Semua orang yang saya tanyai tentang must visit site in Rome pasti menganjurkan untuk datang kemari. Oleh karena itu dalam agenda saya Spanish Steps yang juga adalah kedutaan spanyol untuk Itali ini ada di urutan pertama kunjungan saya hari kedua di kota Roma. Dari hotal kami yang tidak jauh dari stasiun Termini Roma, kami naik metro dan berhenti di stasiun Piazza di Spagna, mudah kan? Keluar dari stasiun suasana turistik sudah sangat terasa, beberapa kereta kuda, lalu pusat pertokoan dan air mancur sudah menanti di depan area bawah Spanish Steps ini yang memang adalah tangga dihiasi dengan bunga Aselea yang cantik. Cuaca cerah hati itu membuat tempat ini begitu semarak, dimana pastinya semua turis sibuk berfoto dan eforia yang ada adalah kehangatan kota roma dan indahnya bunga musim semi. Yang menarik lainnya dari area Piazza di Spagna rupanya adalah pusat-pusat pertokoan dan perbelanjaan ada disini, um, tapi mungkin untuk turis berdompet tebal karena rupanya disinilah pusatnya barang branded, tas sepatu, perhiasan dan lain sebagainya. Jika Anda penggemar berat Ferarri disini bisa puas memandangi gadget dan souvenir brand ini meski hanya sebatas cuci mata, maklum yang jaga toko juga cakep dan cantik, seger lah pokoknya heehhe.

Yang paling menarik menurut saya dari area ini adalah ya tangganya yang mana dikanan dan kirinya dipenuhi bunga asalea. Itu saja, jadi jangan lupa ambil foto dari angle bawah, dan juga dari atas, kalau saya sih suka sekali mengamati turis manca negara yang ada disini yang semuanya sibuk berfoto ria atau sekedar duduk di tangga. Ini dia hasil hunting saya,

keramaian area spanish steps, taxi and tourist allover the places
Cuma tangga, kok rame sekali ya? Banyak juga murid sekolah yang sepertinya sedang kunjungan wisata

Air mancurnya yang juga dikelilingi tourists

Pusat perbelanjaannya yang hari itu juga sangat padat

Setelah puas cuci mata saya dan mama pun mulai mencari arah untuk meneruskan perjalanan menuju vatican. Agak lebay memang di hari yang cukup terik itu kami memutuskan jalan dari Roma ke Vatican, tapi intuisi saya mengatakan kalau it could be fine dan bisa banyak yang bisa dilihat dan dinikmati.

Jadilah kami berjalan, memotret, merekam dan bertanya-tanya, bangunan apakah ini dan itu? kok bagus-baguss hehhee


Menurut saya yang selalu menarik pasti gaya bangunan dan penataan kota tua


Castle d'angleo yang juga museum


yes geraja st peter sudah di depan mata!!!
Akhitnya kami pun tiba di kota vatican, kami akan mulai memasuki place st peters, dimana umat katolik biasanya berkumpul untuk misa bersama paus. Dalam hal ini, halaman luas ini lah yang dipenuhi turis untuk mengantri jika ingin masuk ke gereja st peter yang terkenal itu.


Yang gak sabar menanti itu pasti nekad bertanya pada pengawal sekitar place st peters sekalian bertanya mungkin, " can i meet teh pope?"
Nah, lalu setelah lelah berjalan dan foto-foto, saya pun gantian dengan mama ketika tiba di dalam st peters, dimana mama bertugas mendokumentasikan dan saya sibuk menikmati saja hehehe. Soalnya, mengantri supaya bisa masuk ke dalam itu cukup satu setengah jam saja, berdiri, dibawah terik matahari.

Selanjutnya, kami yang kelelahan memutuskan untuk tidak masuk ke museum vatican, dan melanjutkan perjalanan ke Piazza  Novona, dimana disana ada air terjun dewa neptune yang terkenal tepat di depan gereja st Agnes pelindung saya.

Bagaimana kisahnya? Wait for my next post because the story is to be continued.....

Senin, 18 Juni 2012

Paris's Spring...cloudy but still charming

Jumat kemarin saya dan Sisca, teman SMA saya yang tinggal di Creil memutuskan untuk bertemu di Paris. Saya punya titipan dari mama untuknya, dan juga Sisca tau dimana bisa saya temukan titipan mama saya. Syal tulisan PArisParis Parissss..dan gantungan kunci Eiffel...Ceritanya...saya mau mudik nichh...

Seperti biasa kita janjian di Carousel depan pintu keluar Montparnasse station, tempat terakhir kalinya pula saya bertemu dengan sahabat saya. Tidak terasa sudah setengah tahun kami tidak berjumpa. Karena sudah jam makan siang, kami pun berjalan sedikit sambil bavarder (nyeriwis cicit cuit dengan kecepatan tinggi), saling berbagi cerita. Harus diakui, saya cukup egois karena cerita saya panjang dan tidak habis-habis, meski mulut sudah dijejali tom yam dan tofu kari hijau di restaurant thailand dekat montparnasse.

Bulan ini, sudah lima kali sudah saya berkunjung ke Paris. Jujur saja, sebelumnya saya tidak suka Paris, selain karena hecticnya suasana naik turun metro, meski hanya berjarak satu jam dari rumah, rasanya kok jauh dan melelahkan sekali setiap kali pulang dari Paris. Tapi dua hari terakhir kunjungan saya bersama mama, sangat berkesan. Biasa, soalnya banyak jalan kaki, jadi saya secara tidak sengaja banyak melihat bangunan bersejarah dan toko-toko menarik yang belum saya kunjungi sebelumnya.

Sehabis makan, Sisca yang kakinya gatel seperti saya alias suka jalan memutuskan bahwa nasi segempal yang tadi masuk harus dibakar. Gerak jalan..;siap!!! Kami pun berjalan mulai dari tanpa arah hingga dengan tujuan Jardin de Tuileries. Saya berharap bisa melihat banyak bunga di taman favorit saya ini.
Perhentian pertama, sebuah gereja tua, st Germain. Pastinya kesempatan langka ini saya manfaatkan, masuk dan berdoa, and make a wish....


Eglise St Germain des Pres, one of the oldest church in France, sorry about the picture, i took it sort of in a hurry
Perhentian kedua, toko-toko di seputaran paris, mulai toko suvenir, toko loak, kafe, semuanya menarik perhatian saya yang playing tourist hari itu.

a shop that i found interesting, i love the frames
La Doree, according to my friend, it is the most famous macaroon shop
On the way to jardin de tuileries i met two wedding couples

Pont des Arts, where in love couple put their keylock with their name on it
Gembok cinta? Uh lala.....


Sungai Seine hari itu....

Tidak tahan berlama-lama di jembatan gembok cinta, saya dan teman saya yang bernama Sisca pun ngacir menuju jardin de tuileries, dimana on the way kami menyusuri Louvre, pyramidnya Prancis, dimana dibawahnya terdapat lukisan Mona Lisa yang masyhur itu (saya belum pernah lihat juga)...Hari itu ramai sekali, mungkin karena awal weekend alias Jumat, banyak turis mampir juga banyak group pelajar...

Louvre, kunjungan kedua sejak 2009 silam

Jangan lupa berfoto ria, teman saya tidak suka difoto, saya juga...jadii...
Ciaaattt!!!Gotcha!!!dapat satu foto teman saya hohohoho...yes!
langitnya mendung sekali ya hari itu...
Menyebrang menuju Jardin de Tuileries, humm...Paris traffic...
Sesampainya di Jardin de Tuileries saya jadi kurang konsentrasi  mengambil foto karena hehehe, ada penjual es krim, jadi nya ngaso deh hehehe..

That was it, spring flower nya Jardin de Tuileries..;wah kalah nih ma taman kotanya Chartres, hehehhe


Agak kecewa karena bunganya tidak terlalu banyak, dan karena rame saya jadi tidak jadi melanjutkan perjalanan....untuk lalu shoping sedikit dan pulang ....It was such a nice day, on the cloudiest day, if you had a friend next to you, it could be a brighteest day. Merci beaucoup Sisca, J'aimerais bien de te voir et on va se promener èncore à Paris..Au revoir  et à la prochain....

Chinta

Jumat, 08 Juni 2012

Hangatnya Kota Roma

Hay hay, how's your week been going? Libur awal musim semi sudah berakhir, tapi sepertinya bulan Mei punya banyak hari libur. Liburan dua minggu saya penuh dengan cerita, perjalanan wisata rohani kami berakhir di Roma dan Vatican selama tiga hari. Perjalanan ini saya organisir sendiri, sebulan sebelumya. Dari Paris kami naik Easy Jet, budget flight, semacam Air Asia di Indonesia. Hotel saya booking melalui agen travel di Paris via internet saja, dengan lokasi tepat di tengah kota Roma, 5 menit berjalan kaki ke stasiun kereta Termini (dan semua transportasi termasuk trem, metro dan bus), 15 menit berjalan kaki ke Colleseum dan Roma Forum dan 10 menit ke Basilica St Maria Maggiore. Tiga hari di Roma sebennarnya sudah sangat cukup untuk mengunjungi semua tujuan wisata yang utama, tapi ya itu berarti harus direncanakan dengan baik, dan harus rela banyak berjalan, karena sebenarnya jarak antara satu atraksi ke tempat lain tidak jauh, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Akses menggunakan tram, metro (kereta bawa tanah) dan bus sangat terjangkau dan mudah. Per tiket, untuk tram, metro dan bus adalah 1 Euro dan berlaku selama 75 menit. Dan jika kita berencana banyak menggunakan transport umum, bisa membeli kartu BIG berlaku selama 1 hari seharga 4euro, dan ada juga BIT untuk 7 hari seharga 11 euro. Saya sendiri hari kedua sempat membeli tiket BIG untuk satu hari dan hanya sempat naik turun bus dan metro 4 kali karena selebihnya saya habiskan berjalan kaki. Karena lumayan juga, busnya selalu penuh dan harus menunggu setiap 30 menit antara bus satu dan berikutnya. Ini dia dokumentasi  perjalanan tiga hari saya di Roma, enjoy...

Hari pertama: Colleseum, Forum dan Trevi Fontaine

Colleseum, atau amphiteater yang sebenarnya bernama asli Amphiteater Flavian, sudah ada sejak thn 72 Masehi, bisa menampung sekitar 55ribu orang. ( Sumber: Rome et le vatican, 1998)
Sepertinya tidak afdol ya berkunjung ke roma tanpa mampir ke colleseum? Saya sendiri bukan penggemar berat bangunan kuno atau historik eropa, dan tidak bisa komentar lebih jauh soal arsitektur dan seninya. Secara awam, saya cukup terkagum-kagum dan lebih kurang bersyukur bisa mampir disini, dan pastinya taking as many pictures of possible. How to get here from Roma? Jangan khawatir, tidak susah kok. Saya cukup berjalan kaki, hehehhe, kebetulan saya memilih hotel di pusat kota, yang mana dengan pemikiran bisa by foot to everywhere. Dari hotel kami di area Termini station (stasiun utama kota Roma tempat perhentian semua transport umum), saya berjalan  kurang lebih 15 menit. Sebenarnya dengan bus dan metro bisa kok dari stasiun termini, jika dengan metro bisa langsung turun di stasiun Colleseo, mudah kan? Sayangnya saya tipe traveller yang tidak suka menghabiskan waktu untuk menunggu, dan lebih suka jalan kaki, sambil cuci mata dan mengenal daerah sekitar, meski resikonya yah tersesat berkali-kali.
model saya kepalanya tertiup angin hehehe (gaya andalan)


Colleseum atau juga Colleseo dalam bahasa Italy, dari jembatan penyebrangan, jika naik metro saya lihat pengunjung juga akan datang dari arah yang sama. Hari itu cerah, langit biru dan mataharinya hangat.
Di area yang sama sebenarnya saya seharusnya mengunjungi Forum Romain, area purbakala istilahnya, sayangnya loket sudah tutup karena saya tiba sudah pukul setengah lima sore. Tapi gakpapa, saya sempat berkeliling dan mengambil foto dari luar pagar.

Salah satu bagian dari Forum Romain, dimana di dalam pagar ada temple de saturn (kuil dewa saturnus), sayangnya saya hanya bisa mengambil dari luar, dan angle foto saya rasa bagus karena latar belakangnya adalah colleseum
Lalu seperti pula Perancis, pastinya Roma jauh lebih dulu memiliki Arc de Triumph, hem terjemahannya kurang lebih Tugu Kemenangan, dimana dibangun pada masa kaisar Constantinus, pada tahun 315.



Area situs purbakala dari Forum Romain
Mencoba mengambil potret dari Colleseum dari sudut lain, kali ini dari ketinggiah dari arah kapel Bonaventura


Sebuah gereja kecil bernama St Bonaventura, saya ada mengambil foto namun di dalamnya benar-benar gelap jadi hasilnya kurang bagus

Dari Forum Romain saya dan mama, kemudian mengambil kesempatan berfoto ria di depan Colleseum yang sedang diterpa matahari sore, sebelum kami melanjutlan jalan kaki kami ke Tervi Fountain yang masyhur itu. Ini dia hasilnya ngeceng sik ya mas mbakyu...

Permintaan model cukup sulit : " Mama mau close up, ada colleseum utuh dan taman bunganya"

Permintaan saya tidak sulit: "Ma, tolong yang penting collseumnya utuh yaa jangan kepotong " eng ing eng.....

Hurray, Colleseum is checked, lanjut, jalan kaki menuju Fontana de Trevi alias Trevi Fontaine. Jika ada yang bertanya, "Jauh ga sih?", jawab saya, "Kalau lihat peta, sepertinya dekat, tapi saya juga bingung gak nyampe-nyampe..." Setelah berjalan lebih dari setengah jam, untungnya euforia kota Roma menghapus rasa lelah, apalagi sepertinya tanpa terasa kemudian Pantheon dan situs purbakala kota Roma terlampaui semua, ck ckc k....Mama pun protes, dan bertanya
" Kamu tau nggak sih sebenarnya jalan ke air mancur apaan itu namanya?" Saya pun tanpa berdosa menjawab,
" Ung, gak tau mam, saya kan bukan orang sini, tapi menurut peta..;tunggu kita dimana ya???"

Lalu seorang pria tua menghampiri dengan senyum ramah dalam bahasa Itali yang entah artinya apa, dan saya jawab dengan bahasa Italy sok tau saya, "Si, si seignore, scusi i do not speak Italian..." ( Ya, ya Tuan, permisi saya tidak berbahasa Italia). Lalu om tua lucu dan baik hati bertanya saya berbahasa apa, lalu saya bilang Inggris dan Perancis, jadi deh si om berusaha menjelaskan gimana caranya kalau mau ke Trevi Fontaine dari situ, dalam bahasa Perancis yang sepertinya bercampur bahasa Itali jadi bisa ditebak, bingung. Lalu, melihat wajah cengok nan lugu turis Indonesia ini, om kemudian ngajak nganterin ke stopan bus, mama yang curigaan lalu menyikut dan berbisik, " Hati-hati chin ntar disuruh bayar" HOHOHOHO...cute banget kan mak guaaaaa, Y ampiuuun ternyata stasiun bus cuma sepuluh langkah dan sisa turun tiga stasiun untuk tiba di tujuan. Dari tadi kek om jelasinnya, anyway, saya pun pamit dengan cupika cupiki khas Roma, uh hangatnya kota Roma....dimana kebaikan penduduk kota Roma tidak hanya satu kali saya alami namun berkali-kali (berhubung saya hobi tersesat).... Anyway here are the pictures of Trevi Fontaine sebagai tujuan akhir kami hari itu...enjoyy


mama yang sudah diajak berjalan kaki seharian minta difoto pastinya ...

Akhirnya, oh ini toh air mancur yg masyhur itu, saking ramenya susah banget ambil foto tanpa kepala orang, dan saya bahkan tidak sempat melempar koin hiks, padahal katanya kalau lempar koin bisa make a wish buat balik ke Roma lagi...huiks..





Jalan-jalan day 1 saya dan mama berakhir di Fontana de Trevi dan sepulangnya kami kembali ke hotel dan makan malam di restaurant dengan menu pasta (pastinya).
 Hasil berjalan kaki kami cukup menyenangkan dimana saya berusaha mengabadikan beberapa lokasi jalan kaki kami dengan objek-objek yang menurut saya menarik. Cerita perjalanan saya ke Roma masih bersambung....terima kasih sudah mampir....enjoy my favorite shoots and see you soon....

Chinta


 Dengan perspektif dan angle yang berbeda dari foto ini, saya berharap bisa terbayang ukuran dari Colleseum

 Jumlah pengendara motor di kota Roma, kondisi jalan dan lalu lintasnya...i found them interestin

Sunset dan sidewalk yang diatur disepanjang peninggalan Roman Empire, it was magnific!

Saya sempat berhenti sejenak memandang lalu berkhayal ke masa lalu, bekas puing dan bangunan tua dihadapan saya sudah berada jauh sebelum saya lahir, cerita dan sejarahnya sudah pernah saya dengar dan pelajari bertahun-tahun yang lalu, dan saya menjadi saksi, bahwa semua itu benar, Kerajaan Romawi Kuno, Julius Cesar, Constantinus, pantheon, di kepala saya hanya ada kalimat "I am lucky"