Senin, 18 Juni 2012

Paris's Spring...cloudy but still charming

Jumat kemarin saya dan Sisca, teman SMA saya yang tinggal di Creil memutuskan untuk bertemu di Paris. Saya punya titipan dari mama untuknya, dan juga Sisca tau dimana bisa saya temukan titipan mama saya. Syal tulisan PArisParis Parissss..dan gantungan kunci Eiffel...Ceritanya...saya mau mudik nichh...

Seperti biasa kita janjian di Carousel depan pintu keluar Montparnasse station, tempat terakhir kalinya pula saya bertemu dengan sahabat saya. Tidak terasa sudah setengah tahun kami tidak berjumpa. Karena sudah jam makan siang, kami pun berjalan sedikit sambil bavarder (nyeriwis cicit cuit dengan kecepatan tinggi), saling berbagi cerita. Harus diakui, saya cukup egois karena cerita saya panjang dan tidak habis-habis, meski mulut sudah dijejali tom yam dan tofu kari hijau di restaurant thailand dekat montparnasse.

Bulan ini, sudah lima kali sudah saya berkunjung ke Paris. Jujur saja, sebelumnya saya tidak suka Paris, selain karena hecticnya suasana naik turun metro, meski hanya berjarak satu jam dari rumah, rasanya kok jauh dan melelahkan sekali setiap kali pulang dari Paris. Tapi dua hari terakhir kunjungan saya bersama mama, sangat berkesan. Biasa, soalnya banyak jalan kaki, jadi saya secara tidak sengaja banyak melihat bangunan bersejarah dan toko-toko menarik yang belum saya kunjungi sebelumnya.

Sehabis makan, Sisca yang kakinya gatel seperti saya alias suka jalan memutuskan bahwa nasi segempal yang tadi masuk harus dibakar. Gerak jalan..;siap!!! Kami pun berjalan mulai dari tanpa arah hingga dengan tujuan Jardin de Tuileries. Saya berharap bisa melihat banyak bunga di taman favorit saya ini.
Perhentian pertama, sebuah gereja tua, st Germain. Pastinya kesempatan langka ini saya manfaatkan, masuk dan berdoa, and make a wish....


Eglise St Germain des Pres, one of the oldest church in France, sorry about the picture, i took it sort of in a hurry
Perhentian kedua, toko-toko di seputaran paris, mulai toko suvenir, toko loak, kafe, semuanya menarik perhatian saya yang playing tourist hari itu.

a shop that i found interesting, i love the frames
La Doree, according to my friend, it is the most famous macaroon shop
On the way to jardin de tuileries i met two wedding couples

Pont des Arts, where in love couple put their keylock with their name on it
Gembok cinta? Uh lala.....


Sungai Seine hari itu....

Tidak tahan berlama-lama di jembatan gembok cinta, saya dan teman saya yang bernama Sisca pun ngacir menuju jardin de tuileries, dimana on the way kami menyusuri Louvre, pyramidnya Prancis, dimana dibawahnya terdapat lukisan Mona Lisa yang masyhur itu (saya belum pernah lihat juga)...Hari itu ramai sekali, mungkin karena awal weekend alias Jumat, banyak turis mampir juga banyak group pelajar...

Louvre, kunjungan kedua sejak 2009 silam

Jangan lupa berfoto ria, teman saya tidak suka difoto, saya juga...jadii...
Ciaaattt!!!Gotcha!!!dapat satu foto teman saya hohohoho...yes!
langitnya mendung sekali ya hari itu...
Menyebrang menuju Jardin de Tuileries, humm...Paris traffic...
Sesampainya di Jardin de Tuileries saya jadi kurang konsentrasi  mengambil foto karena hehehe, ada penjual es krim, jadi nya ngaso deh hehehe..

That was it, spring flower nya Jardin de Tuileries..;wah kalah nih ma taman kotanya Chartres, hehehhe


Agak kecewa karena bunganya tidak terlalu banyak, dan karena rame saya jadi tidak jadi melanjutkan perjalanan....untuk lalu shoping sedikit dan pulang ....It was such a nice day, on the cloudiest day, if you had a friend next to you, it could be a brighteest day. Merci beaucoup Sisca, J'aimerais bien de te voir et on va se promener èncore à Paris..Au revoir  et à la prochain....

Chinta

Jumat, 08 Juni 2012

Hangatnya Kota Roma

Hay hay, how's your week been going? Libur awal musim semi sudah berakhir, tapi sepertinya bulan Mei punya banyak hari libur. Liburan dua minggu saya penuh dengan cerita, perjalanan wisata rohani kami berakhir di Roma dan Vatican selama tiga hari. Perjalanan ini saya organisir sendiri, sebulan sebelumya. Dari Paris kami naik Easy Jet, budget flight, semacam Air Asia di Indonesia. Hotel saya booking melalui agen travel di Paris via internet saja, dengan lokasi tepat di tengah kota Roma, 5 menit berjalan kaki ke stasiun kereta Termini (dan semua transportasi termasuk trem, metro dan bus), 15 menit berjalan kaki ke Colleseum dan Roma Forum dan 10 menit ke Basilica St Maria Maggiore. Tiga hari di Roma sebennarnya sudah sangat cukup untuk mengunjungi semua tujuan wisata yang utama, tapi ya itu berarti harus direncanakan dengan baik, dan harus rela banyak berjalan, karena sebenarnya jarak antara satu atraksi ke tempat lain tidak jauh, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Akses menggunakan tram, metro (kereta bawa tanah) dan bus sangat terjangkau dan mudah. Per tiket, untuk tram, metro dan bus adalah 1 Euro dan berlaku selama 75 menit. Dan jika kita berencana banyak menggunakan transport umum, bisa membeli kartu BIG berlaku selama 1 hari seharga 4euro, dan ada juga BIT untuk 7 hari seharga 11 euro. Saya sendiri hari kedua sempat membeli tiket BIG untuk satu hari dan hanya sempat naik turun bus dan metro 4 kali karena selebihnya saya habiskan berjalan kaki. Karena lumayan juga, busnya selalu penuh dan harus menunggu setiap 30 menit antara bus satu dan berikutnya. Ini dia dokumentasi  perjalanan tiga hari saya di Roma, enjoy...

Hari pertama: Colleseum, Forum dan Trevi Fontaine

Colleseum, atau amphiteater yang sebenarnya bernama asli Amphiteater Flavian, sudah ada sejak thn 72 Masehi, bisa menampung sekitar 55ribu orang. ( Sumber: Rome et le vatican, 1998)
Sepertinya tidak afdol ya berkunjung ke roma tanpa mampir ke colleseum? Saya sendiri bukan penggemar berat bangunan kuno atau historik eropa, dan tidak bisa komentar lebih jauh soal arsitektur dan seninya. Secara awam, saya cukup terkagum-kagum dan lebih kurang bersyukur bisa mampir disini, dan pastinya taking as many pictures of possible. How to get here from Roma? Jangan khawatir, tidak susah kok. Saya cukup berjalan kaki, hehehhe, kebetulan saya memilih hotel di pusat kota, yang mana dengan pemikiran bisa by foot to everywhere. Dari hotel kami di area Termini station (stasiun utama kota Roma tempat perhentian semua transport umum), saya berjalan  kurang lebih 15 menit. Sebenarnya dengan bus dan metro bisa kok dari stasiun termini, jika dengan metro bisa langsung turun di stasiun Colleseo, mudah kan? Sayangnya saya tipe traveller yang tidak suka menghabiskan waktu untuk menunggu, dan lebih suka jalan kaki, sambil cuci mata dan mengenal daerah sekitar, meski resikonya yah tersesat berkali-kali.
model saya kepalanya tertiup angin hehehe (gaya andalan)


Colleseum atau juga Colleseo dalam bahasa Italy, dari jembatan penyebrangan, jika naik metro saya lihat pengunjung juga akan datang dari arah yang sama. Hari itu cerah, langit biru dan mataharinya hangat.
Di area yang sama sebenarnya saya seharusnya mengunjungi Forum Romain, area purbakala istilahnya, sayangnya loket sudah tutup karena saya tiba sudah pukul setengah lima sore. Tapi gakpapa, saya sempat berkeliling dan mengambil foto dari luar pagar.

Salah satu bagian dari Forum Romain, dimana di dalam pagar ada temple de saturn (kuil dewa saturnus), sayangnya saya hanya bisa mengambil dari luar, dan angle foto saya rasa bagus karena latar belakangnya adalah colleseum
Lalu seperti pula Perancis, pastinya Roma jauh lebih dulu memiliki Arc de Triumph, hem terjemahannya kurang lebih Tugu Kemenangan, dimana dibangun pada masa kaisar Constantinus, pada tahun 315.



Area situs purbakala dari Forum Romain
Mencoba mengambil potret dari Colleseum dari sudut lain, kali ini dari ketinggiah dari arah kapel Bonaventura


Sebuah gereja kecil bernama St Bonaventura, saya ada mengambil foto namun di dalamnya benar-benar gelap jadi hasilnya kurang bagus

Dari Forum Romain saya dan mama, kemudian mengambil kesempatan berfoto ria di depan Colleseum yang sedang diterpa matahari sore, sebelum kami melanjutlan jalan kaki kami ke Tervi Fountain yang masyhur itu. Ini dia hasilnya ngeceng sik ya mas mbakyu...

Permintaan model cukup sulit : " Mama mau close up, ada colleseum utuh dan taman bunganya"

Permintaan saya tidak sulit: "Ma, tolong yang penting collseumnya utuh yaa jangan kepotong " eng ing eng.....

Hurray, Colleseum is checked, lanjut, jalan kaki menuju Fontana de Trevi alias Trevi Fontaine. Jika ada yang bertanya, "Jauh ga sih?", jawab saya, "Kalau lihat peta, sepertinya dekat, tapi saya juga bingung gak nyampe-nyampe..." Setelah berjalan lebih dari setengah jam, untungnya euforia kota Roma menghapus rasa lelah, apalagi sepertinya tanpa terasa kemudian Pantheon dan situs purbakala kota Roma terlampaui semua, ck ckc k....Mama pun protes, dan bertanya
" Kamu tau nggak sih sebenarnya jalan ke air mancur apaan itu namanya?" Saya pun tanpa berdosa menjawab,
" Ung, gak tau mam, saya kan bukan orang sini, tapi menurut peta..;tunggu kita dimana ya???"

Lalu seorang pria tua menghampiri dengan senyum ramah dalam bahasa Itali yang entah artinya apa, dan saya jawab dengan bahasa Italy sok tau saya, "Si, si seignore, scusi i do not speak Italian..." ( Ya, ya Tuan, permisi saya tidak berbahasa Italia). Lalu om tua lucu dan baik hati bertanya saya berbahasa apa, lalu saya bilang Inggris dan Perancis, jadi deh si om berusaha menjelaskan gimana caranya kalau mau ke Trevi Fontaine dari situ, dalam bahasa Perancis yang sepertinya bercampur bahasa Itali jadi bisa ditebak, bingung. Lalu, melihat wajah cengok nan lugu turis Indonesia ini, om kemudian ngajak nganterin ke stopan bus, mama yang curigaan lalu menyikut dan berbisik, " Hati-hati chin ntar disuruh bayar" HOHOHOHO...cute banget kan mak guaaaaa, Y ampiuuun ternyata stasiun bus cuma sepuluh langkah dan sisa turun tiga stasiun untuk tiba di tujuan. Dari tadi kek om jelasinnya, anyway, saya pun pamit dengan cupika cupiki khas Roma, uh hangatnya kota Roma....dimana kebaikan penduduk kota Roma tidak hanya satu kali saya alami namun berkali-kali (berhubung saya hobi tersesat).... Anyway here are the pictures of Trevi Fontaine sebagai tujuan akhir kami hari itu...enjoyy


mama yang sudah diajak berjalan kaki seharian minta difoto pastinya ...

Akhirnya, oh ini toh air mancur yg masyhur itu, saking ramenya susah banget ambil foto tanpa kepala orang, dan saya bahkan tidak sempat melempar koin hiks, padahal katanya kalau lempar koin bisa make a wish buat balik ke Roma lagi...huiks..





Jalan-jalan day 1 saya dan mama berakhir di Fontana de Trevi dan sepulangnya kami kembali ke hotel dan makan malam di restaurant dengan menu pasta (pastinya).
 Hasil berjalan kaki kami cukup menyenangkan dimana saya berusaha mengabadikan beberapa lokasi jalan kaki kami dengan objek-objek yang menurut saya menarik. Cerita perjalanan saya ke Roma masih bersambung....terima kasih sudah mampir....enjoy my favorite shoots and see you soon....

Chinta


 Dengan perspektif dan angle yang berbeda dari foto ini, saya berharap bisa terbayang ukuran dari Colleseum

 Jumlah pengendara motor di kota Roma, kondisi jalan dan lalu lintasnya...i found them interestin

Sunset dan sidewalk yang diatur disepanjang peninggalan Roman Empire, it was magnific!

Saya sempat berhenti sejenak memandang lalu berkhayal ke masa lalu, bekas puing dan bangunan tua dihadapan saya sudah berada jauh sebelum saya lahir, cerita dan sejarahnya sudah pernah saya dengar dan pelajari bertahun-tahun yang lalu, dan saya menjadi saksi, bahwa semua itu benar, Kerajaan Romawi Kuno, Julius Cesar, Constantinus, pantheon, di kepala saya hanya ada kalimat "I am lucky"

Kamis, 07 Juni 2012

La Ville Rose: Toulouse

Hi,

Setelah update terakhir berkaitan dengan jalan-jalan saya yang liputannya belum selesai, saya mau update dulu dengan jalan-jalan saya di kota Toulouse, salah satu kota terbesar setelah Paris. Kota ini terletak di selatan barat, yang juga terkenal sebagai kota industri pesawat terbang, dimana kota ini memproduksi pesawat terbang Air france, lalu juga dengan fasilitas olahraga, dan bunga khasnya, viollete. Jika sekian lama kota ini terkenal dengan julukan la ville rose, karena warna bangunan khas dengan pasangan bata merah muda, sekarang turisme toulouse sedang gencar-gencarnya mempromosikan semboyan: SO Toulouse! SO adalah singkatan dari Sud-Ouest (Selatan Barat), dan sering juga kita akan menemukan semboyan ini di stasiun dan papan iklan sekitar kota, SO Tolouse, So sport, So Culture and So technology.

Place Capitol, ada di list yang harus dikunjungi di pusat kota Toulouse, dimana semua anak muda dan turis berkumpul, sayangnya sedang ada perkerjaan tram way jadi sedikit berantakan menurut saya


Kunjungan saya di kota Toulouse sebenarnya sudah kali kedua, yang pertama hanya numpang tidur, dan kali keduanya memang kami sengaja sempatkan menginap semalam khusus untuk mengunjungi kota ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Paris yang harus ditempuh sekitar 7 jam dengan TGV (kereta cepat).

Kesan saya tentang kota ini: secara garis besar kota ini memiliki ciri khas kota besar di Perancis, deretan apartemen, pusat perbelanjaan, katedral, museum dan bangunan kuno, dan terakhir, gembel dan anjing (beserta kotorannya, maaf) dimana-mana. Yang dua terakhir itu cukup menganggu, karena jumlahnya cukup banyak, dan seringnya mangkir di tengah jalan dalam keadaan mabuk. Mau tidak mau saya sebagai turis dengan anak kecil merasa tidak nyaman. Belum lagi harus lihainya bermanouver di trotoar untuk menghindari kotoran anjing, ditambah pekerjaan tramway di sepanjang pusat kota, kesan saya secara keseluruhan, kota ini tidak terlalu nyaman untuk dikunjungi. Kesan lain yang mengecewakan yaitu, ketika mengunjungi katedral, pintu utama tangga menuju katedral dipenuhi homeless people sedang tiduran, belum lagi ditambah sedang adanya pernikahan, katedral ditutup untuk umum, uhlala.. lengkap sudah. Anyway, jalan-jalan tetap lancar, dan saya sempat kok memutari katedral Toulouse yang unik, dengan gaya bangunan khas berbeda dari gereja lain, jauh sekali dari kesan gothik, hehehe, dan menurut saya so Toulouse banget karena warnanya yangs ama dengan rata-rata bangunan di kota ini: rose.

Katedral st Severin

Unik ya

Letaknya yang ditengah kota, sayang banget hari itu gak bisa masuk

Turis hanya bisa berkeliling dan mengambil foto dari luar pagar

Agak susah ambil angle yang tepat 

Sebenarnya tidak terlalu dingin hanya saja anginya kencang sekali hari itu

la ville rose

ciri khas bangunan dan warnanya, sekilas mirip dengan bangunan apartemen boulevar haussman paris

City people, dibanding chartres, jauh lebih mix culture sepertinya, lebih bergairah dan lebih fashionable pastinya

gang kecil dan sempit,  semen mahal kali ya, batanya gak ada yang diaci ehhehehe

Gitu deh jalan-jalan saya. Wisata kuliner tidak terlalu menarik. Saya lihat tidak ada makanan khas, dimana-mana kebab, crepes, chinese food, dan saya cek ada juga sih restaurant Indonesia. Tapi makan siang kami hari itu berakhir di restauran cina dengan menu buffet, lalu makan malam dengan sushi, ehehhe, asia banget kita yah???? Itu laporan jalan-jalan saya liburan awal musim semi kemarin, semoga bermanfaat.

Chinta